maz_ciko



Inilah guru favorite quw, beliau bernama Bapak Syaefullah, Spd. Pak Syaefullah ini adalah seorang Guru Sejarah yang asyik dan tahu kemauan siswanya.Beliau lahir di Kediri pada tanggal 20 September 1963, jadi di tahun 2009 ini beliau sudah berumur 46 tahun. Tetapi walaupun sudah menginjak kepala 4, beliau masih tetap terlihat muda J.

Beliau berpendidikan di IKIP Negeri Malang dan dapat menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1986 dan pertama kali mengajar pada tahun 1987. Kata beliau, Ia tidak suka dengan sejarah, pertama kali beliau bercita-cita sebagai Guide atau Pemandu wisata, tetapi cita-cita beliau tidak dapat tercapai karena beliau tidak lulus tes ujian lesan bahasa Inggris. Kemudian beliau dapat saran dari kerabatnya untuk menjadi seorang Guru Sejarah, dan akhirnya sampai sekarang beliau menjadi guru sejarah di SMA NEGERI 1 PARE. Namun saat mewawancarai beliau kemarin beliau mengatakan bahwa pelajaran Sejarah sangat berat karena mengupas tentang masa lalu. Tetapi beliau tidak menyerah begitu saja menghadapi dalam hal itu. Dalam mengajar pelajaran Sejarah, beliau memiliki trik sendiri supaya para siswanya tidak merasa bosan dengan pelajaran yang diajarnya, yaitu dengan memutarkan musik saat pelajarn berlangsung dan ketika membahas soal-soal di LKS, beliau juga memiliki cara tersendiri. Beliau juga masih tetap menggunakan musik tapi ditambah dengan bolpoin yang berpindah dari siswa satu ke siswa yang lain secara berurutan (Estafet). Misal, musik berhenti dan bolpoin tersebut jatuh pada Siswa A, Nah siswa A itulah yang wajib menjawab pertanyaan dan jika salah, akan mendapatkan sangsi yang mengasyikkan. Pokoknya seru dehhh!!!!!!
 
          Beliau sangat senang sekali berolahraga, apalagi olahraga tennis J. Namun tak hanya olahraga yang digemari oleh Bapak Syaefullah, beliau juga senang musik. Sampai-sampai pemilik arti nama “Pedang ALLAH” ini mengidolakan penyanyi Achmad Albar dan Nicky Astria.






maz_ciko
maz_ciko
maz_ciko
maz_ciko
Mendengar namanya, yang terbayang adalah sosok intelektual dari masa lalu yang pikirannya terasa jauh ke depan. Apa yang bisa kita dapat dari sisa-sisa kejayaannya?

Setidaknya ada dua titik istimewa di Kabupaten Kediri yang lekat dengan kiprah Sri Aji Joyoboyo. Pertama, Petilasan Sang Prabu di Desa Menang, Kecamatan Pagu yang juga dikenal sebagai Loka Muksa, kedua, Sendang Tirta Kamandanu, sebuah petilasan yang terletak hanya 500 meter dari Loka Muksa. Keduanya memiliki nilai historis dan spiritual yang luar biasa.
Di pelataran Petilasan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo misalnya, kita selalu menemui orang-orang yang sengaja datang untuk berkontemplasi, berdoa pada Sang Maha Kuasa. Mereka yang datang ke tempat ini tidak hanya berasal dari Kediri dan sekitarnya, tapi juga masyarakat Jawa-Bali, bahkan ada yang datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan India.
Di petilasan yang terletak 10 kilometer dari kota Kediri ini, kita bisa menemui bangunan suci Loka Muksa, sebuah bangunan yang terdiri dari lingga dan yoni yang menyatu dengan sebuah manik (batu bulat berlubang di bagian tengah yang menyerupai mata). Secara keseluruhan, bangunan ini dikelilingi pagar beton bertulang yang dilengkapi tiga buah pintu. Konon, tiga pintu ini merepresentasi tingkat kehidupan kita yang meliputi lahir, dewasa, dan mati.
Sedangkan lingga dan yoni, mengandung pengertian unsur-unsur hidup yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Lingga dan yoni juga jadi simbol wadah (tempat) dan isi, lahir dan batin, raga dan jiwa, yang tampak dan yang tak tampak.
Batu manik yang menyatukan lingga dan yoni menjadi simbol pengabdian luhur Sang Prabu Joyoboyo. Dengan demikian, manik atau mata ini jadi representasi kewaskitaan. Keterpaduan antara sisi rasional dan irasional. Sedang lobang tembus artinya kemampuan untuk melihat jauh ke depan.
Seperti banyak di ulas di literasi sejarah, nama Joyoboyo memang lekat dengan imaji catatan dan ramalan.
Petilasan di Desa Menang ini terbagi menjadi tiga tempat yang sekaligus mewakili tiga fase muksa yang dialami Joyoboyo. Masing-masing Loka Mukso, Loka Busana, dan Loka Makuta. Loka Muksa merupakan tempat muksa atau hilang se-jasadnya, sedang Loka Busana berarti tempat singgah busana Sang Prabu, dan Loka Makuta berarti tempat pelepasan mahkota raja.
Berawal dari Mimpi
Sebelum berdiri megah seperti sekarang, dulu, petilasan ini hanya berbentuk gundukan tanah biasa. Sampai suatu saat, Warsodikromo, warga Desa Menang, mimpi dan mendapat wisik. Bahwa di area gundukan tanah yang kini telah menjadi rawa dan semak belukar, pernah hidup seorang raja Kadiri yang bernama Joyoboyo. Ini terjadi pada tahun 1860.
Bagi masyarakat Jawa, mimpi seperti ini dianggap sebagai amanat. Sehingga, ketika mimpi ini diceritakan pada warga sekitar dan tokoh-tokoh spiritual, pencarian langsung dilakukan. Tak lama petilasan Joyoboyo-pun berhasil ditemukan. Keagungan nama Joyoboyo yang sudah didengar turun temurun,  mengundang niat warga untuk merawat dan memperbaiki. Dan seiring perbaikan petilasan yang jatuh bangun, kawasan ini mulai ramai dikunjungi peziarah. Salah satu yang datang adalah keluarga Hondodento dari Yogyakarta.
Sebagai bentuk penghormatan pada Sang Raja, keluarga Hondodento turun tangan memugar petilasan yang memiliki luas 1.650 meter persegi ini. Bahu membahu bersama masyarakat sekitar, pemugaran dimulai pada tanggal 22 Februari 1976, selesai 17 April 1976, ditandai dengan penyerahan hasil pemugaran pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri.
Sendang Tirta Kamandanu
Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Ini pula yang jadi alasan, mengapa wisatawan banyak yang datang ke petilasannya. Termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini, dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia.
Tanggal 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Karena tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya, sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.
Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian, red) dan Ganesha. Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedang bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut. Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.

naskah : hendro d. laksono | foto : mamuk ismuntoro

this article taken from :  http://eastjavatraveler.com/?p=115

maz_ciko
Bagi warga Jawa Tengah, nama Lawang Sewu tentu sudah tidak asing lagi. Ini adalah nama sebuah bangunan kuno yang letaknya persis di tengah kota Semarang, tepatnya di daerah Tugu Muda. Disebut "lawang sewu" (pintu seribu) karena bangunan peninggalan jaman Belanda ini memang memiliki pintu yang banyak sekali.

Lawangsewu dibangun tahun 1908, yang dikerjakan oleh arsitek Belanda Profesor Klinkkaner dan Quendaag. Tahun 1920, gedung ini mulai dipakai sebagai kantor pusat Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), sebuah maskapai atau perusahaan kereta api pertama di Indonesia yang berdiri pada tahun 1864.



Jalur pertama yang dilayani saat itu adalah Semarang - Yogyakarta. Pembangunan jalur itu dimulai 17 Juni 1864, ditandai dengan pencangkulan pertama oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Sloet van Den Beele. Tiga tahun kemudian, yaitu 19 Juli 1868 kereta api yang mengangkut penumpang umum sudah melayani jalur sejauh 25 km dari Semarang ke Tanggung.

Dengan beroperasinya jalur tersebut, NIS membutuhkan kantor untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan administratif. Lokasi yang dipilih kemudian adalah di ujung Jalan Bojong (kini Jalan Pemuda). Lokasi itu merupakan perempatan Jalan Pandanaran, Jalan Dr Soetomo, dan Jalan Siliwangi (kini Jalan Soegijapranata).



Saat itu arsitek yang mendapat kepercayaan untuk membuat desain adalah Ir P de Rieau. Ada beberapa cetak biru bangunan itu, antara lain A 387 Ned. Ind. Spooweg Maatschappij yang dibuat Februari 1902, A 388 E Idem Lengtedoorsnede bulan September 1902, dan A 541 NISM Semarang Voorgevel Langevlenel yang dibuat tahun 1903. Ketiga cetak biru tersebut dibuat di Amsterdam.

Namun sampai Sloet Van Den Beele meninggal, pembangunan gedung itu belum dimulai. Pemerintah Belanda kemudian menunjuk Prof Jacob K Klinkhamer di Delft dan BJ Oudang untuk membangun gedung NIS di Semarang dengan mengacu arsitektur gaya Belanda.
Lokasi yang dipilih adalah lahan seluas 18.232 meter persegi di ujung Jalan Bojong, berdekatan dengan Jalan Pandanaran dan Jalan Dr Soetomo. Tampaknya posisi itu kemudian mengilhami dua arsitektur dari Belanda tersebut untuk membuat gedung bersayap, terdiri atas gedung induk, sayap kiri, dan sayap kanan.
Sebelum pembangunan dilakukan, calon lokasi gedung tersebut dikeruk sedalam 4 meter. Selanjutnya galian itu diurug dengan pasir vulkanik yang diambil dari Gunung Merapi.

Pondasi pertama dibuat 27 Februari 1904 dengan konstruksi beton berat dan di atasnya kemudian didirikan sebuah dinding dari batu belah. Semua material penting didatangkan dari Eropa, kecuali batu bata, batu gunung, dan kayu jati.
Setiap hari ratusan orang pribumi menggarap gedung ini. Lawang Sewu resmi digunakan tanggal 1 Juli 1907. Dalam perkembangannya, Lawang Sewu juga terkait dengan sejarah pertempuran lima hari di Semarang yang terpusat di kawasan proliman (Simpanglima) yang saat ini dikenal sebagai Tugu Muda.



Saat meletus Pertempuran Lima Hari di Semarang, 14-18 Agustus 1945, Lawangsewu dan sekitarnya menjadi pusat pertempuran antara laskar Indonesia dan tentara Jepang. Pada peristiwa bersejarah tersebut, gugur puluhan Angkatan Muda Kereta Api (AMKA). Lima di antaranya dimakamkan di halaman depan Lawang Sewu. Mereka adalah:

* Noersam,
* Salamoen,
* Roesman,
* RM Soetardjo, dan
* RM Moenardi.

Untuk memperingati mereka, di sebelah kiri pintu masuk (gerbang) didirikan sebuah tugu peringatan bertuliskan nama para pejuang Indonesia yang gugur.



Perusahaan kereta api kemudian menyerahkan halaman depan seluas 3.542,40 meter persegi pada Pemda Kodya Semarang. Sedangkan makam lima jenasah di halaman itu, 2 Juli 1975 dipindah ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal dengan Inspektur Upacara Gubernur Jateng Soepardjo Roestam.

This Article are Taken from : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2036683

maz_ciko
    Saya sangat senang terhadap mata pelajaran sejarah, maka dari itu untuk memenuhi tugas TIK yaitu memilih pelajaran yang disukai untuk dimasukkan ke Blog, saya memilih pelajaran Sejarah.


    Nah, tugas tersebut mewajibkan para siswa kelas XII untuk membuat surat pernyataan ang disertai tanda tangan dari Guru mata pelajaran yang disukai. Dengan senag hati, saya membuat surat pernyataan tersebut dan mencari Guru Sejarah kelas XII, yaitu Bapak Saefullah, Spd untuk meminta tanda tangan. Di samping itulah surat pernyataan yang saya buat.
maz_ciko

    Sugeng rawuh poro sedoyoke mawon, kenalakem kulo :

naminipun                :   Percika Faskora
Kelas                      :   XII-IS 1
sekolah wonten       :   SMAN 1 PARE


    lak panjenengan kepingin sumerep kulo, panjenengan saget sowan wonten facebook utawi friendster kulo, alamate ciko_coolz@yahoo.com

Matursuwun nggeh
maz_ciko



e-learning menurut wikipedia adalah electronic learning yang maksudnya pembelajaran mengenai suatu informasi melalui internet (secara on-line) dan karena sekarang sudah zaman informasi, cara konvensional sudah mulai perlahan-lahan ditinggalkan dan sudah banyak yang mulai mencari dan menggunakan e-learning.

Dengan menggunakan e-learning kita mendapat banyak keuntungan, seperti :

-hemat waktu, karena tidak lagi perlu ke suatu tempat untuk belajar mengenai sesuatu

-hemat uang, karena biaya yang dikeluarkan lebih sedikit

-dapat dilakukan kapan saja

-dan dimana saja….

Hal inilah yang membuat e-leaning menjadi sesuatu yang “HOT” saat ini.

Pertumbuhan e-learning di negara-negara maju seperti di Amerika dan Inggris sangat tinggi dan sekar

ang ini sudah mulai merambat ke negara-negara Asia. Singapura sebagai salah satu negara maju di Asia sudah memulai langkahnya di dunia e-learning dengan berdirinya skyquestcom yang telah mendapatkan Deloitte Tech

Fast 500 di tahun 2005 yang sangat bergengsi untuk suatu perusahaan yang baru berusia tiga tahun saat itu.

Skyquestcom terus berkembang dan tidak hanya di singapura tapi telah merambat sampai ke Malaysia, Jepang, India, Korea, China dan Indonesia.

Indonesia saat ini sudah termasuk salah

satu negara yang mulai memasuki dunia on-line, ini terlihat dari pertumbuhan penju

alan notebook dan jaringan internet yang terus meningkat bahkan menurut Kompas “statistik yang dikeluarkan IDC, misalnya, untuk tahun 2005 ini diperkirakan total komputer notebook yang akan terjual 84.205 unit. Dan, pada tahun 2006 nanti prediksi penjualan notebook akan mencapai 99.539 unit, menandakan meningkatnya kebutuhan konsumen akan komputer notebook

.”

Di Indonesia e-learning masih terdengar asing di telinga kita, tetapi untuk beberapa tahun mendatang apakah akan tetap seperti itu?? Pasti tidak karena perkembangan teknologi yang tinggi saat ini, jaringan internet sudah mulai masuk desa hal ini sama saat terjadi jaringan tv masuk desa

. Perkembangannya akan sangat pesat bahkan banyak ahli meramalkan akan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan jaringan tv atau radio.

D

i ambil dari : http://skyquestindonesia.wordpress.com/2007/12/05/apa-itu-e-learning/

Menurut saya setelah bergabung dengan E-Learning, ada kelebihan dan kekurangannya :

Kelebihannya adalah sebagai berikut :

1. Jika ulangan tidak perlu tegang karena tidak ada yang mengawasi
2. Memudahkan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar
3. Nilai ulangan dapat diketahui secara langsung

Kekurangannya adalah sebgai berikut :

1. Jika tidak mempunyai koneksi internet dan komputer di rumah, para pengguna harus ke warnet untuk menggunakan E-Learning
2. Terkadang koneksi internet yang lambat membuat pengerjaan tugas di E-learning terganggu dan E-Learning tidak mau tahu soal itu. Kenapa saya bilang begitu, karena waktu terus berja

lan walaupun koneksinya lemah ataupun halaman blank